Sesuatu yang tanpa komitmen, tanpa ikatan, biasanya
disenangi lelaki. Dia lakukan jika suka, ditinggalkan bila sudah tak suka.
Kenapa lelaki suka hubungan tiada komitmen dan ikatan ?
Karena masa depan lelaki tak dinilai dari masa lalunya.
Tapi wanita tak sama dengan lelaki, kehormatannya tiada
kembali dua kali. Sungguh tak bijak bila wanita rela dengan hubungan miskin komitmen.
Lelaki dipilih karena masa depannya, sedangkan wanita
dipilih karena masa lalunya. Perhatikan baik baik agar tiada penyesalan.
Saat kehormatan sudah direnggut, wanita kalang kabut.
Sementara lelaki tinggal kabur lalu mencari korban yang lain.
Bagi lelaki yang
sudah mendapatkan keinginannya, hilanglah daya pikat seorang wanita. Itu
terjadi bila hubungan tanpa komitmen nikah.
Begitulah jamak terjadi, kata cinta diobral murah agar
wanita lemah serahkan kehormatan. Setelahnya, semua cinta yang terlisan menguap
tiada bekas.
Nafsu mengamputasi akal, sedangkan cinta menguatkan akal.
Nafsu tiada pikir hari esok, yang penting nikmat sekarang.
Bayangkan saat terlanjur direnggut kehormatan. Bila dia mau
menikahi, itu musibah bagimu. Bila ia menolak menikahi, musibah juga.
Menikahi lelaki yang sudah berani berzina sama saja menikahi
pezina di masa depan. Bila dia tiada tobat, sengsara di depan pastilah nyata.
Bila dia yang berbuat lepas tanggung jawab untuk menikahi ?
Maka kehidupan bagimu berat, karena kau bawa beban teramat berat.
Karenanya tiada kebaikan sama sekali dalam pacaran. Itulah
ancaman sebenarnya terhadap kehormatan wanita satu satunya.
Untuk apa pacaran walau alasan perkenalan bila wanita
dirugikan ? Lebih baik lagi bila sadar diri belum siap, jangan mulai apa yang
tak mampu diselesaikan.
Ucapan “sayang” tidak menyelamatkan wanita dari kerugian.
Takut tiada berjodoh lalu pacaran, sama saja membeli sengsara masa depan.
Bila saja wanita mengetahui apa yang dipikir lelaki saat
pacaran, tentu dia akan tinggalkan detik itu juga. Sayangnya hanya sedikit yang
tahu.
Boleh kau anggap nasihat kami fiksi, sampai suatu saat jadi
bagimu faksi. Boleh kau anggap kami menakuti, sampai padamu terjadi.
Pacaran 100% merugikan perempuan, cepat atau lambat. 100%
menguntungkan lelaki, cepat atau lambat *tapi rugi juga deh kalo ceweknya matre
pake banget, haha
Source: “Udah Putusin Aja” oleh Felix Y. Siauw, sebuah buku
yang sangat recommended bagi muslim dan muslimah
Intinya,
Apapun makanannya minumnya the botol sosro.
Apapun alasannya pacaran tidak boleh lah yaa :p
PS: Terkadang melakukan hal yang baik itu banyak sekali
godaannya, setan berbisik bisik agar kita menurutinya. Sedangkan melakukan hal
yang buruk itu banyak sekali dukungannya, bisikan malaikat pun kita acuhkan.
Tapi, semua orang pasti bisa melakukannya, asal dengan niat
dan usaha yang kuat. Bagi yang sudah terbiasa pacaran, segera bertobatlah.
Terkadang, bertaubat juga tidak instan, butuh proses. Akhir kata, semoga tidak
berlama-lama dalam proses. Amiiin :D
Anshar~
Gambar 2. Menara destilasi